PAKET COD YANG DIKEMBALIKAN KE PENJUALNYA

Januari 23, 2023


Lagi bingung mau nulis apa, jadi kali ini saya ingin curhat-curhat manja saja, hehehe. Sesuai judulnya, yang akan menjadi tema curhat saya adalah paket alias beberapa barang belanjaan online saya yang sudah dikirim penjualnya ke alamat saya, namun karena tidak ada kurir yang mengantarnya, akhirnya paket tersebut dikirim kembali ke penjualnya.

Jujur saja, selama karir (KARIR) perbelanjaan online saya yang dimulai sejak tahun 2012 lalu, baru kali ini saya mengalami hal yang kurang mengenakkan ini. Total ada tiga paket saya yang dikembalikan. ketiga-tiganya adalah paket dengan sistim pembayaran COD. Paket belanjaan ini terdiri dari dua paket hasil berburu di tiktok shop, satunya lagi dari shopee. Untungnya saya belanjanya hanya di dua itu saja, tidak terbayangkan bila masih pula belanja di tokopedia atau ecommerce lainnya.

Ketiga paket ini dikirim via perusahaan pengiriman alias jasa ekspedisi yang sama. Tak usah lah yaa saya sebutkan namanya, takut kena pasal pencemaran nama baik. Bisa barabe jadinya kalo saya disomasi sama mereka, hehehe 😄.

Baiklah, kita mulai saja curhatnya..

Jadi di awal Januari 2023 ini, semangat belanja saya sedang lumayan tinggi. Entah mengapa, barang-barang yang saya lihat kok jadi cantik semua, jadilah setelah berpikir cukup lama, saya putuskan untuk membeli beberapa barang yang saya butuhkan. Setelah ditotal, ternyata ada tiga paket belanjaan yang saya beli dari tiga penjual berbeda. 

Baca Juga: Tips Aman Berbelanja Online

Seperti biasa, setelah di-check out, penjual langsung mengirimkan barangnya. Saat saya pantau pergerakan paketnya, semua normal saja walau ada satu paket yang sempat nyasar ke Banjarmasin tapi alhamdulillah barangnya dikirim kembali ke Kendari dan kemudian ke Baubau.

Melihat status pergerakan barang saya yang lumayan lancar, hati saya senang dong. Saya mulai membayangkan memakai barang-barang yang saya beli itu. Biasanya kalo paket sudah tiba di Baubau, tidak lama lagi alias satu atau dua hari lagi barang akan saya terima.

Namun kali ini berbeda. Setiap saya mengecek resi kiriman, statusnya masih di Baubau terus, tidak ada pergerakan lagi. Padahal ini sudah lewat tiga hari. Saya coba bersabar menunggu hingga dua hari lagi tapi ternyata statusnya tidak berubah, paket saya masih terus berada di Baubau.

Saya langsung curhat pada suami dan saya mendengar jawaban yang tidak mengenakkan. Suami berkata bahwa kurir blablabla (nama perusahaan pengiriman yang mengirim paket saya ini) area tempat tinggal kami tidak bekerja lagi alias resign, sodara-sodara! Dan masih menurut suami, sampai sekarang belum ada penggantinya. Untuk memastikan, saya mencoba menghubungi kurir blablabla yang biasa mengantarkan paket saya, dan dia membenarkan bahwa sejak beberapa hari sebelumnya dia sudah resign. Saat saya tanyakan apakah sudah ada penggantinya, dia tidak tahu. Duh.

Owalah, jadi ini toh penyebab paket saya delayed. Tidak mau diam saja, saya pun meminta tolong pada adik saya yang tinggal di Kota Baubau untuk pergi ke kantor blablabla. Saya meminta padanya untuk mengambilkan ketiga paket saya. Tapi apa jawaban pihak jasa pengiriman? Paket saya tidak bisa diberikan karena paketnya masih di gudang dan belum dibongkar. Menurut mereka, paket saya dan banyak paket lain yang beralamat di Kecamatan Lakudo (tempat tinggal saya), besok akan mulai didistribusikan karena kurirnya baru ada.

Mendengar info dari adik saya, jelas saya bahagia dong. Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, paket-paket yang sudah lama saya nantikan itu akan sampai ke tangan saya. Namun hati saya kembali mencelos tatkala mendengar info dari rekan sekantor saya yang kebetulan paketnya juga belum tiba. Menurut teman saya itu, paket-paket kami yang sudah duduk lama di Baubau itu sudah dikirim ke Kendari untuk dikembalikan ke penjualnya. Mendengar berita itu saya shock banget, karena ini berbanding terbalik dengan info yang diberikan oleh adik saya.

Apa maksud semua ini? Mengapa mereka berbohong bahwa paket itu akan segera didistribusikan jika sebenarnya paketnya sudah direturn? Tidak adakah tanggung jawab moral mereka? Tidakkah mereka pikirkan bahwa paket yang mereka kembalikan itu bisa saja adalah barang berharga yang sangat dibutuhkan oleh si pemesan? Kok bisa mereka setega itu mengembalikan paket secara sepihak tanpa bertanya terlebih dahulu kepada pemilik paket?  

Saya pun kembali mengecek resi paket saya, dan memang benar, saat ini ketiga paket saya sudah dikembalikan ke penjualnya masing-masing. Sedih banget rasanya, paket yang sudah lama saya tunggu itu tidak pernah sampai ke tangan saya, huhuhu. Tidak ada yang bisa saya lakukan selain pasrah dengan keadaan ini. Saya berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang di kemudian hari. Sakit banget rasanya di-PHP euy! đŸ˜­

Baca Juga: Tips Hemat Belanja Saat Ramadan

Selain itu, saya masih pula kena teguran shopee karena sudah menolak COD (padahal bukan seperti itu kenyataannya), shopee mengingatkan, jika saya masih menolak paket COD lagi (dua kali lagi), maka fitur COD di akun saya akan langsung dimatikan, huhuhu. Ini rasanya seperti saya menanggung dosa akibat kesalahan orang lain. Pihak jasa pengiriman yang tidak ngantar barang ke saya, tapi saya dituduh menolak menerima paket, ckckck đŸ¤Ļ‍♀️

So lewat tulisan ini, saya ingin berpesan kepada perusahaan jasa pengiriman. Kalian itu adalah pengemban amanah, jadi tunaikanlah tugas kalian dengan baik. Tidakkah kalian memikirkan berapa banyak hati yang diam-diam cemas menantikan paket yang sudah lama mereka tunggu? Kok bisa segampang itu kalian kembalikan paket tanpa bertanya lebih dulu kepada si empunya?

Saya juga ingin berpesan kepada para seller online..

Dear Seller, bila ada paket COD yang dikembalikan pada kalian, tolong jangan sepenuhnya menyalahkan pembeli yang menolak paketnya, bisa saja itu terjadi karena kurirnya malas antar paketnya ke pembeli, atau bisa seperti kasus yang saya alami, kurir di daerah tempat tinggal pembeli resign dan pihak perusahaan tidak berusaha untuk mem-back up-nya dengan mempekerjakan kurir lain untuk mengantar paket-paket yang ada.

**

Wahh ternyata lumayan panjang juga yaa uneg-uneg yang terpendam di dada saya, alhamdulillah setelah dikeluarkan jadi terasa lebih plong. Harapan saya untuk yang kesekian kalinya, semoga ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti ini.

You Might Also Like

20 Komentar

  1. Ini dari banyak kasus COD yang dikembalikan pihak penerima, eh ini malah dari pihak jasa pengiriman. Tanpa alasan dikembalikan ke penjual, memberatkan penjual dan pemesan ini pastinya. Distributornya sebenarnya yang salah, kalau kayak gini jadi ikut kesel karena pasti kalau paket itu ditunggu-tunggu eh pas udah lama malah kayak gini. Jadi was-was milih jasa pengiriman sekarang. Turut berduka cita, tapi juga terima kasih sharingnya bisa dijadikan pengalaman.

    BalasHapus
  2. hmmm, saya yang di Kendari saja Kak, pernah barang pesananku ndak diantarkan padahal sudah sampai Kendari, mana COD pula, sampainya saya mintol ke penjualnya untuk dicekkan malah, saya sampaikan keluhanku syukur penjualnya mengerti dan kembali.
    berhari-hari saya tunggu ndak diantarkan, padahal itu alamatnya jelas sekalinya ji deh.

    BalasHapus
  3. Wah..kok jadi pelanggan yg terkena hukuman ya? Kesel banget pastinya klo terjadi seperti itu ya, kita menanggung kesalahan dari pihak lain. Apakah tidak bisa pihak pengiriman nya dikenakan teguran atau apa gitu? Kan mereka yg menjadi sumber masalah! Ups maaf malah jadi ikut esmosi sayaaa... Semoga tidak ada lagi kejadian serupa ya..agar tdk ada pihak-pihak yg dirugikan

    BalasHapus
  4. Turut prihatin dengan kejadian yang menimpa mbak. Ikutan gemes pas bacanya. Kok ya bisa2nya keputusan pihak kurir dibalikin gitu aja. Mending lama tapi sampai ke konsumen daripada gak pernah sampai, ya kan?

    Semoga gak terulang kejadian kayak gini ya.

    BalasHapus
  5. Memanglah sedih kalau barang yang sudah kita idamkan, beli dengan berbagai perjuangan

    BalasHapus
  6. setuju banget ketika barang dikembalikan memang harus diteiti dari dua sisi apakah memang kesalahan dari konsumen atau kurirnya sendiri. karena banyak kejadian ya disalahkan konsumennya ternyata yang salah kurirnya, atau disalahkan kurirnya ternyata memang kesalahan konsumennya. jadi benar-benar harus dicek dengan teliti agar tidak ada yang dirugikan

    BalasHapus
  7. Ini kayaknya ekspedisi yang banyak direview blogger yak :D
    Saya pernah soalnya, tapi untuk pengiriman ke tempat mama di luar kota.

    emosi minta ampun dong, akhirnya saya pakai kebiasaan orang Buton, suruh kakak ipar saya yang tentara yang urus.

    Dan kebetulan kakak ipar saya kan memang udah lumayan pangkatnya, dia ke kantornya, auto sibuk orang di kantornya wakakakakakak.

    Sejak saat itu, diriku jadi tergantung sama kakak ipar, apapun yang saya kirim, mau ke siapapun, selalu saya alamatkan ke Kodim, soalnya pasti nyampe dan cepat, ketimbang pakai alamat biasa.

    Sungguh kukesal dengan orang-orang yang kinerjanya merugikan orang lain begitu, hhhhh.....

    BalasHapus
  8. wah perusahaan pengiriman bisa menjengkelkan begitu ya?
    Kebayang sebelnya jika peket merupakan hadiah bagi orang tersayang
    Ditunggu-tunggu, eh malah balik ke penjual
    Apakah karena COD mbak?
    Selama ini saya gak pernah COD, karena bayar via e-wallet lebih mudah

    BalasHapus
  9. Beneran sedih banget kejadian COD begini..
    Rasanya patah hati banget karena memang sejatinya kalau sudah belanja, inginnya barang yang dibeli segera sampai.

    Semoga lain kali gak terulang lagi.
    Solusinya, mungkin bisa memilih jasa pengiriman yang lain, kak Ira.. Biasanya ada pilihannya kan ya.. pas co?

    BalasHapus
  10. Haha masih ditahan dihati yaa kak padahal ini netizen kepo apa ekspedisinya hihi..
    Semestinya memang konfirmasi ulang yaa kalo kasusnya bgitu, toh ada nomor pembeli yang bisa dihubungi kenapa tidak berusaha doble cek kan itu juga omzet buat penjual.

    Tapi semoga semua ada hikmahnya yaa kak. Ayo belanja lagi lebih banyak kak jangan kapok hehe..

    BalasHapus
  11. Loh kok bisa ya? Atas dasar alasan apa itu paket dikembalikan ke pengirim? Padahal tinggal melakukan tahap terakhir (drop ke pemesan). Aneh banget ya Mbak Ira. Aih jadi penasaran banget saya nya.

    BalasHapus
  12. Memang kesalahan ini dari jasa pengiriman ya, Mbak. Sayang sekali, barang sudah sampai di kota tujuan, tinggal diantar saja, malah dikirim balik. Akhirnya Mbak Ira yang disalahkan karena dikira menolak COD.

    BalasHapus
  13. Aku baru tahu kalau ngebalikin paket COD kitanya pun kena hukum. Di satu sisi bagus biar orang gak sembarangan ngeorder dan ngebatalin karena gak ada duit. Tapi dalam kasus mbak Ira jadinya sangat merugikan karena si kurir ngebaliin sepihak. Udah coba kirim email keluhan ke kantor pusat kurirnya mbak? ntar kalo ada jawaban resmi, kirim email jg ke marketplace bahwa bukan mbak yang mengembalikan tapi keputusan sepihak kurir.

    BalasHapus
  14. Waduh...ribet ya paket bisa kemana-mana. Aku yang di Jakarta pernah alami seperti ini ketika barang reportnya udah dikirim ternyata tunggu 8 hari, gemes. Terpaksa ketika sampai ratingnya aku kasih 5
    Salam: Dennise Sihombing

    BalasHapus
  15. Saya jadi bisa merasakan gimana hidup di daerah yang jauh dari ibu kota... Makasih ya ka sharing nya.
    Saya selama ini gak pernah ada komplain masalah distribusi paket hasil belanja online. Semuanya lancar....

    BalasHapus
  16. Seharusnya bisa saling mendengarkan lebih dulu. Jadi tidak membatalkan sepihak. Ada konfirmasi nya gitu di awal

    BalasHapus
  17. Ikut bersedih ya mbak, karena tentunya barang itu sudah sangat kita dambakan, ya semoga kedepannya untuk perusahaan jasa pengiriman tidak lagi seperti ini karena perlakuan seperti itu tidak baik.

    BalasHapus
  18. Aku juga sebel nih kak kalau ada paket COD yang dikembalikan oleh kurir ke penjual tanpa alasan yang jelas. Semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih berhati-hati...

    BalasHapus
  19. Alhamdullilah mpo gak pernah ada masalah cod karena selalu bayar pakai shopee pay tapi ade mpo pernah .uangnya di tilep kurir padahal sudah bayar

    BalasHapus
  20. Sebagai orang yang sempat lama tinggal di pulau kecil, saya merasa cerita ini related banget Mbak Ira.
    Jasa pengantaran terbesar yang terdiri atas tiga huruf tidak memiliki kurir yang sampai ke pulau saya. Alhasil tiap ada paket justru saya atau suami yang harus mengambilnya ke Pulau Batam. Letaknya sangat jauh sekali karena kami harus mengambil ke gudang pusatnya yang kira-kira kalau ditempuh jalan darat dari pelabuhan itu memakan waktu sekitar satu setengah jam.
    Bertahun-tahun ingin protes tapi ya gimana lagi akhirnya cuma bisa pasrah menerima nasib hehehe.


    Oh ya saya baru tahu bila kita keseringan menolak COD maka fitur COD kita akan dimatikan di shopee makasih ya Mbak infonya

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di sini 😊😊

Mohon untuk berkomentar menggunakan kata-kata sopan dan tidak meninggalkan link hidup yah, karena link hidup yang disematkan pada komentar akan saya hapus 😉

Member Of




Recent Comments

`